Dua Jam Dalam Sehari, Warga Desa Ngoro-oro Matikan Gadget dan Alat Elektronik

Desa Ngoro-oro | AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Bagi kehidupan dewasa ini, Gadget atau gawai serta barang elektronik lain memang tak terelakkan manfaat-mudaratnya, tergantung cara pemakaiannya. Tetapi, ada satu desa di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengurangi semua hal itu.

Desa tersebut adalah Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Gunungkidul yang memiliki 811 kepala keluarga di dalamnya, mendeklarasikan program dua jam tanpa gadget atau barang-barang elektronik lain per Kamis (1/8/2019) kemarin.

Sukasto yang merupakan Kepala Desa Ngoro-Oro mengatakan program yang sifatnya imbauan ini ditujukan untuk menciptakan generasi berakhlak dan berilmu pengetahuan kuat.

Untuk caranya, yakni dengan menonaktifkan barang eletronik, macam televisi, radio, handphone sedari pukul 18.00 sampai 20.00. Kemudian beralih ke kegiatan lain yang jelas tak kalah manfaatnya.

Karena, di satu sisi ia juga menegaskan bukan berarti barang elektronik atau gawai punya sisi buruk atau negatif, bersamaan dengan digaungkannya program ini.

"Jadi kalau warga tidak melakukannya, tidak ada sanksi," katanya.

Kepala Desa Ngoro-Oro Sukasto. AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Sedangkan, kegiatan lain yang dimaksud itu adalah imbauan atau ajakan untuk membaca Kitab Suci Alquran atau Iqro selama satu jam awal, lalu dilanjut dengan kegiatan belajar bagi mereka yang masih bersekolah.

"Kami juga secara berangsur membagikan Alquran kepada masyarakat secara gratis. Setiap keluarga minimal punya dua Alquran," kata Sukasto.

Sementara mereka yang tengah memiliki atau merencanakan acara maupun hajatan, diimbau rampung sebelum memasuki waktu program ini. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang ada hajatan, untuk selesai sebelum pukul 18.00 dengan mematikan musik organ tunggal," tambahnya.

Agar masyarakat tidak lupa, program ini terus diingatkan. Disuarakan lewat pengeras suara yang terpasang di musala dan masjid.

Bak gayung bersambut, Sriyatin, salah seorang guru di SDN Ngoro-oro, menyebut jika pihaknya juga ikut mensosialisasikan program ini. "Di sela upacara, kami selalu ingatkan (kepada murid dan karyawan)," katanya.

Karena, ia dan pihak sekolah memandang program ini memiliki sisi positif. Seperti bisa membuat para murid makin fokus ketika belajar di rumah. Tentunya, tak terlepas dari peran serta orangtua.

"Anak-anak memang belum punya handphone. Tapi orangtuanya kan punya, kadang anak meminjam," katanya.



Sumber: AKURAT.CO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingatan Misbakhun Pada Saat Ditahan Karena Century Masih Jelas

Misbakhun Menjawab Tudingan Andi Arief Soal Penerbitan Artikel Media Asing

Benarkah NET TV Tumbang dan Karyawan Kena PHK Massal?